Menu Bar

Minggu, 20 Februari 2011

Membersihkan Area Kerja

MEMBERSIHKAN AREA KERJA

Membersihkan area kerja meliputi membersihkan area kerja, menangani tumpahan di area kerja dan menangani limbah yang dihasilkan, dan mendokumentasikan penanganan tumpahan. Area kerja yang dimaksud meliputi peralatan/ instrumen laboratorium, peralatan gelas, permukaan meja kerja (bench-tops), lantai, furniture dalam laboratorium, dan peralatan-peralatan keselamatan serta pelindung diri dan tempat lain yang dapat terkontaminasi. Secara umum pembersih yang digunakan untuk membersihkan adalah menggunakan campuran deterjen dan air panas dengan bantuan sikat.



Alat Pembersih dan Bahan Kimia Pembersih

Peralatan kerja yang biasa digunakan untuk membersihkan area kerja antara lain : lap, sikat, sapu, vacuum cleaner, kain pel, dan ember. Alat bantu kerja yang lain dapat berupa selang air, exhaust fan, blower, dan keranjang sampah.

Bahan pembersih yang digunakan antara lain : air, sabun/detergen, teepol, natrium karbonat, kapur, dan lain-lain. Pemilihan bahan pembersih disesuaikan dengan sifat bahan pengotor yang akan dibersihkan.

Membersihkan ruang preparasi menggunakan zat pembersih dan prosedur yang disarankan

Area kerja di laboratorium dapat dikelompokkan berdasarkan kebutuhannya meliputi area kerja untuk melakukan analisis rutin. Pembersihan area kerja ditujukan untuk mencegah adanya kontaminasi terhadap pekerja maupun pekerja lain dan untuk kenyamanan serta keamanan bekerja di dalam laboratorium. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat bekerja di laboratorium adalah :

  1. Membersihkan area kerja
  2. Menjaga area kerja tersebut agar tetap bersih selama bekerja
  3. Meninggalkan tempat kerja dalam keadaan bersih dan aman


    Sebelum area kerja dibersihkan hal yang harus diperhatikan adalah pemilihan tempat yang perlu dibersihkan serta penggunaaan bahan pembersih yang tepat. Area kerja yang ditujukan untuk mikrobiologi, disamping dibersihkan, perlu didesinfeksi terlebih dahulu (Benches, wastafel/sinks dan fume cupboard).
Secara umum tahapan membersihkan area kerja adalah sebagai berikut:



  1. Membersihkan area kerja dengan air panas dan deterjen untuk menghilangkan minyak dan lemak
  2. Dibilas dengan air untuk menghilangkan deterjen
  3. Mengeringkan.


Membersihkan tumpahan menggunakan zat pembersih dan peralatan pelindung yang benar

   Tumpahan pada area kerja perlu dibersihkan, dilaporkan dan dicatat apalagi dalam umlah besar karena dapat menyebabkan kecelakaan akibat kontak dengan bahan tumpahan. Kecelakaan yang ditimbulkan antara lain : keracunan akibat menghirup uap bahan tersebut, korosif dan dapat menimbulkan kebakaran dan ledakan jika bereaksi dengan bahan-bahan mudah terbakar, serta menyebabkan kontaminasi oleh mikroba (untuk bahanbahan mikrobiologi). Penanganan yang sangat tepat adalah dengan mengikuti data/ petunjuk penanganan bahan dalam “Material Safety Data Sheet” (MSDS)
Prosedur penanganan tumpahan secara umum adalah :
  1. Kenali tumpahan/identifikasi bahan yang tumpah dan mengetahui teknik aman penanganannya.
  2. Pastikan penggunaan alat pengaman diri (khususnya sarung tangan, pelindung mata/muka dan pelindung pernafasan bila perlu).
  3. Cegah tumpahan meluas dan hentikan sumber tumpahan jika hal tersebut aman dilakukan.
  4. Tangani (di tempat) dengan cara yang tepat.
Secara umum proses yang dilakukan adalah netralisasi. Netralisasi dapat menggunakan basa (soda ash/lime) untuk tumpahan yang bersifat asam dan larutan asam asetat untuk tumpahan yang bersifat basa. Bahan yang paling umum digunakan untuk keadaan darurat apabila terjadi tumpahan adalah pasir, tanah, natrium karbonat dan kapur. Tetapi untuk penanganan yang lebih tepat dapat dilihat di dalam “Material Safety Data Sheet” (MSDS).Bekas tumpahan bahan kimia di area kerja dapat dibersihkan dengan air, sabun/detergen, atau pembersih lain yang sesuai dengan bahan pengotornya.

  1. Simpan semua limbah pada tempatnya yang sesuai kemudian tutup untuk penanganan lebih lanjut
  2. Bersihkan pastikan kembali area tersebut telah bersih dan aman.
Sebagai perbandingan analisalah gambar penanganan tumpahan bahan kimia berikut! Kesalahan apa yang dilakukan oleh analis tersebut?


Bersihkan meja kerja segera setelah terjadi tumpahan zat/ bahan kimia. Apabila bahan kimia yang tumpah tersebut cukup/sangat berbahaya, selain dibersihkan dengan lap, tangan harus dilindungi dengan sarung tangan. Ini adalah contoh yang salah jika bahan kimia yang tumpah tersebut cukup/sangat berbahaya dan praktikan tidak menggunakan sarung tangan seperti pada 2 tanda lingkaran di atas.

Sarung tangan sangat penting untuk melindungi tangan dari bahaya bahan kimia yang menempel/meresap pada lap pembersih.

Membuang limbah sesuai dengan prosedur yang relevan

Limbah yang dihasilkan di area kerja dan/atau selama bekerja perlu ditangani sehingga tidak berbahaya bahkan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang jenis-jenis limbah, penyimpanan secara terpisah, penanganan untuk mereduksi atau mengurangi tingkat bahayanya dan penyimpanannya perlu untuk diketahui jenis dan cara penanganan limbah antara lain :

  1. Peralatan gelas yang pecah disimpan dalam tempat tertentu dan diberi label.
  2. Kertas tisu (paper towel) dan limbah yang tidak berbahaya sejenis lainnya dapat digolongkan ke dalam limbah umum setelah yakin bahwa tidak terdapat kontaminasi mikroorganisme.
  3. Cairan/larutan mudah larut dalam air dan tidak berbahaya dapat dibuang langsung ke wastafel dengan dibilas menggunakan banyak air. Untuk larutan asam/ basa perlu dinetralkan terlebih dahulu sebelum dibuang.
  4. Bahan organik limbah yang mudah terbakar harus disimpan pada tempat tertentu dan diberi label.
  5. Bahan-bahan anorganik yang mengandung logam berat disimpan pada tempat khusus.
  6. Bahan-bahan yang mencemari lingkungan harus dipisahkan dan perlu penanganan pendahuluan .
  7. Petrifilm dan media agar yang telah digunakan harus disterilisasi terlebih dahulu, dibakar atau disimpan di tempat tertentu.
Limbah-limbah tersebut perlu diolah/ditangani lebih lanjut. Hal ini dapat dilakukan oleh pihak lain, limbah yang telah diolah harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Berdasarkan cara penyimpanannya, limbah dapat dibagi dalam 10 kelas :

  1. Limbah yang mengandung Halogen-bebas pelarut organik.
  2. Limbah yang mengandung halogen dengan pelarut organik dan larutan yang mengandung bahanbahan organik (jangan disimpan pada bahan yang terbuat dari aluminium).
  3.  Limbah residu bahan organik padat disimpan dalam kantong plastic (plastic bags) atau pada kemasan aslinya.
  4. Limbah larutan garam ; pH dalam tempat penyimpanan harus selalu disesuaikan (antara 6-8).
  5. Limbah beracun bahan anorganik termasuk juga garam-garam dari logam-logam berat dan larutannya. Disimpan pada tempat yang tertutup rapat dan label yang jelas.
  6. Limbah beracun dan senyawa mudah terbakar.
  7. Tempat penyimpanan yang tertutup dan tidak mudah pecah. Label yang jelas.
  8. Limbah raksa dan garam garam anorganik raksa.
  9. Limbah dapat diolah kembali (regenerable) dari residugram-residugram logam. Masing-masing garam logam disimpan terpisah.
  10. Limbah anorganik padat
Limbah secara umum dapat dikelompokkan dalam limbah kimia, radioaktif, bahaya mikrobiologi, benda tajam dan limbah tidak berbahaya. Limbah ditangani sesuai kelas/ penggolongannya

Limbah kimia
1. Limbah yang mudah terbakar harus dikumpulkan dalam lemari asam dengan wadah terbuat dari bahan tahan api dan tertutup rapat
2. Limbah-limbah korosif dipisahkan dari limbah asam, basa dan lainnya.
3. Limbah organik termasuk herbisida, pestisida dan semua larutan-larutan bahan terapeutik digolongkan sebagai pelarut organik disimpan terpisah dalam ruang asam.
4. Bahan-bahan kimia yang tidak boleh dibuang langsung ke tempat limbah melalui tempat pencucian:
  • Asam kuat atau Basa kuat
  • Sianida atau bahan beracun lainnya
  • Obat-obat pengobatan
  • Larutan pekat dari logam-logam berat
  • Asam pirikazida
5. Larutan yang mengandung obat-obatan adiktif ( DOA = Drugs of Addiction) disimpan dalam penampung limbah khusus DOA.

Radioaktif
Semua bahan-bahan radioaktif harus disimpan pada wadah khusus dan pada area khusus radioaktif.
Bahaya mikrobiologi
1. Semua larutan contoh dan specimen dari manusia, ternak harus diautoklaf sebelum ditangani
2. Kultur mikrobiologi dan yang terkait dengannya harus diautoklaf sebelum ditangani (lihat SPO : Limbah Mikrobiologi)
Benda Tajam ( Sharps )
Peralatan gelas, pisau campur, atau peralatan tajam lainnya disimpan dalam wadah khusus benda-benda berbahaya
Limbah tidak berbahaya
1. Semua tanah, pasir, batu-batuan, benda logam tak berbahaya disimpan dalam wadah khusus limbah padat
2. Larutan-larutan garam, buffer, asam dan basa berkonsentrasi rendah dapat langsung dibuang ke pembuangan limbah melalui tempat pencucian disertai pembilasan dengan banyak air.



Melaporkan tumpahan yang besar dan kemudian membersihkannya.

Tumpahan bahan-bahan kimia maupun biologi dapat menyebabkan bahaya yang serius terhadap kesehatan dan keselamatan terhadap pekerja maupun lingkungan, apalagi tumpahan dalam jumlah besar. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem manajemen bahaya (emergency management) sehingga diketahui penanganan secara efektif terhadap bahaya khususnya tumpahan dan adanya kebocoran pada laboratorium. Pengendalian dokumen ini harus berisi data-data MSDS (Material Safety Data Sheets). Sehingga diperoleh informasi penanganan/ minimalisasi efek tumpahan tumpahan bahan kimia bersangkutan.

2 komentar:

  1. Paparan tentang "Membersihkan Area Kerja" di atas akan lebih lengkap, bila ditambah cara membersihkan tumpahan bahan kimia yang secara teknis bisa dilakukan oleh personil lab. atau siswa yang belajar di laboratorium kimia. Guru kimia ada yang masih gamang mengajar di laboratorium, karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman mengatasi tumpahan bahan kimia. Apalagi resiko runtuhnya bangunan akibat guncangan gempa, harus ada antisipasi bagaimana mengatasi tumpahan bahan kimia dalam jumlah besar, khususnya wilayah dengan potensi gempa besar seperti yang telah terjadi di Yogyakarta dan Padang. Pengalaman "membereskan" tumpahan bahan kimia akibat gempa di 2 kota tersebut akan sangat berguna. Ditunggu kelanjutannya ...

    BalasHapus
  2. Dari berbagai macam konsep rumah yang tersedia, selain desain dan gambar rumah minimalisnampaknya rumah berkonsep klasik adalah rumah dengan konsep yang tak lekang dimakan oleh waktu. Dan dapatkan pilihan atau model dekorasi rumah Anda di Sini

    BalasHapus

Diisi yo,,